LUWU — Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat produktivitas sektor pertanian melalui program indeks pertanaman IP300 atau pola tanam tiga kali setahun, sekaligus memperketat pengawasan terhadap tata niaga hasil pertanian masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Luwu, Patahudding, saat menghadiri Tudang Sipulung Tingkat Kabupaten Luwu yang dirangkaikan dengan launching pupuk bersubsidi bidang perikanan serta pelepasan petugas pengawas hewan kurban 1447 Hijriah/2026 Masehi di Lapangan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah daerah, penyuluh, KTNA, petani, dan nelayan dalam membahas penguatan ketahanan pangan, peningkatan produksi pertanian, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, mengatakan program IP300 merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan hasil produksi pertanian melalui optimalisasi lahan dan pola tanam.
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kabupaten Luwu sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk dalam menghadapi potensi musim kemarau dan ancaman kekeringan.
“Program IP300 ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Kita berharap pola tanam ini dapat berjalan maksimal meski menghadapi tantangan perubahan cuaca,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Ketua KTNA Kabupaten Luwu, Dahsyan Lubis, menyampaikan keluhan petani terkait dugaan kecurangan penimbangan hasil panen yang dinilai merugikan petani.
Menanggapi hal itu, Bupati Luwu menegaskan pemerintah daerah akan menurunkan petugas pengawas timbangan guna memastikan proses transaksi hasil pertanian berjalan adil dan transparan.
“Terkait timbangan, insyaallah kami akan turun melakukan pengawasan agar petani tidak dirugikan,” kata Patahudding.
Selain itu, Patahudding juga menegaskan bahwa seluruh bantuan pemerintah di sektor pertanian dan perkebunan tidak dipungut biaya. Ia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan adanya pungutan dalam proses penyaluran bantuan.
“Bantuan pemerintah tidak ada bayar-bayar. Kalau ada yang meminta uang terkait bantuan pertanian, silakan laporkan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu juga terus memperkuat dukungan bagi petani melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), alat pasca panen, pupuk subsidi, hingga pengembangan komoditas perkebunan seperti kakao, pala, dan kopi arabika.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah turut meluncurkan pupuk subsidi bidang perikanan sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas tambak masyarakat serta melepas petugas pengawas hewan kurban untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Islamuddin, Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Moch. Arsal Arsyad, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Luwu Bustam, serta para camat se-Kabupaten Luwu.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap ketahanan pangan daerah semakin kuat sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. (Marwan)















