PALOPO – Koordinator Wilayah (Korwil) I Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PP PPGT) Luwu Palopo, Ronny Walalangi, mengecam keras aksi penyerangan rumah ibadah yang terjadi di tengah pertikaian dua kelompok warga di Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Ronny mendesak Kepolisian Resor (Polres) Palopo untuk bergerak cepat mengusut kasus tersebut, menangkap para pelaku, serta segera memulihkan situasi agar kembali kondusif.
Ia menilai keterlibatan rumah ibadah dalam konflik tersebut sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Pertikaian antar-kelompok di Kelurahan Lebang seharusnya tidak menyasar gereja. Rumah ibadah adalah simbol kesucian dan perdamaian yang harus dihormati oleh siapa pun,” ujar Ronny.
Untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas, PPGT Korwil I Luwu Palopo menyampaikan sejumlah sikap dan tuntutan kepada pihak berwenang.
Pertama, pihaknya mendesak Polres Palopo segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku penyerangan untuk diproses hukum secara transparan.
Kedua, meminta kepolisian menambah pengamanan di lokasi kejadian dengan menurunkan personel gabungan guna mencegah bentrokan susulan serta memberikan rasa aman kepada warga.
Ketiga, mengimbau masyarakat, khususnya pemuda gereja dan warga Kelurahan Lebang, agar tetap tenang, tidak terprovokasi isu yang beredar di media sosial, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Ronny menegaskan bahwa tindakan perusakan rumah ibadah bukan sekadar konflik biasa, melainkan tindakan kriminal yang mencederai nilai toleransi yang selama ini terjaga di Kota Palopo.
Ia juga berharap aparat kepolisian dapat bertindak tegas tanpa pandang bulu demi menegakkan hukum serta mengembalikan kedamaian di wilayah tersebut. (**)















